Fungsi dan Tujuan Al Quran diturunkan

 

 يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ قَدۡ جَآءَتۡكُم مَّوۡعِظَةٞ مِّن رَّبِّكُمۡ وَشِفَآءٞ لِّمَا فِي ٱلصُّدُورِ وَهُدٗى وَرَحۡمَةٞ لِّلۡمُؤۡمِنِينَ  
Wahai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. Yunus : 57)

1. Mauidzah
Al Quran ini mengandung nasehat atau pelajaran yang disampaikan dengan cara memberi peringatan dengan ancaman azab yang berat bagi orang-orang yang melanggar aturan Allah dan Rasul-Nya, serta kabar gembira bagi orang-orang yang tunduk dan patuh terhadap aturan Allah dan Rasul-Nya.
Dan pasti Kami timpakan kepada mereka sebagian siksa yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat); agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (QS. As Sajdah : 21)
Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan} di akhirat. Tidak ada perubahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar. (QS. Yunus : 64)

2. Asy Syifa 
Al Quran sebagai penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada, yaitu penyakit hati, seperti perbuatan syirik, nifaq, dengki, kikir, ragu dan penyakit hati lainnya.
Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian. (QS. Al Isra’ : 82)
Lihat juga : QS. Al Baqarah : 10, QS. At Taubah : 124-125

3. Al Huda 
Al Quran ini sebagai petunjuk kepada jalan yang lurus, sehingga dengan petunjuk dari Al Quran manusia tidak akan pernah tersesat dalam kehidupannya. Dan Al Quran ini adalah petunjuk bagi mereka yang menginginkan dirinya menjadi pribadi yang bertakwa, sebagaimana firman-Nya,
Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (QS. Al Baqarah : 2)
Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang bathil). (QS. Al Baqarah : 185)
Dan Al Quran ini adalah jawaban dari do’a yang selalu kita minta di dalam shalat,
“Tunjukilah kami ke jalan yang lurus (Ihdinashshirootol mustaqiim)” (QS. Al Fatihah : 6) 
Lihat juga : QS. Al A’raf : 52, QS. Al Israa’ : 9, QS. Fushshilat : 44, QS. An Nahl : 89

4. Rahmat 
Menurut Imam Al-Qurthubi makna rahmat bagi orang-orang beriman adalah terlepas dari kesusahan, dibersihkan dari aib, penghapusan dosa dan pemberian pahala oleh Allah kepada pembacanya. Al-Quran sebagai rahmat karena sesungguhnya di dalamnya terkandung sebab-sebab dan sarana untuk meraihnya.
Nikmat pertama yang dijelaskan dalam QS. Ar Rahman adalah, diajarkannya atau diturunkannya Al Qur’an kepada Nabi Muhammad ﷺ,
(Tuhan) Yang Maha Pemurah, Yang telah mengajarkan Al Qur’an. (QS. Ar Rahman : 1-2)
Di QS. Al Ankabut ayat 51, dijelaskan bahwa di dalam Al Quran terdapat Rahmat,
Dan apakah tidak cukup bagi mereka bahwasanya Kami telah menurunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) sedang dia dibacakan kepada mereka? Sesungguhnya dalam (Al Quran) itu terdapat rahmat yang besar dan pelajaran bagi orang-orang yang beriman. (QS. Al Ankabut : 51)
Lihat juga :  QS. Al An’am : 16